Bupati Bangkalan Paparkan Strategi Kebangkitan Pertanian dalam Kuliah Umum di Politeknik KP Sidoarjo
- Rusli Djunaidi
- 11 Mar, 2026
BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, memaparkan langkah strategis pemerintah daerah dalam membangkitkan sektor pertanian Kabupaten Bangkalan saat memberikan kuliah umum di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut juga menjadi
momentum penting untuk mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bangkalan
dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Pada kesempatan itu, kedua
pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sumber daya
manusia serta penguatan sektor pertanian, perikanan, dan kelautan.
Dalam pemaparannya, Lukman Hakim
menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi yang sangat vital bagi
perekonomian masyarakat Bangkalan. Namun demikian, sektor tersebut juga
menghadapi sejumlah tantangan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebutkan beberapa persoalan
yang dihadapi, di antaranya berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke
dunia pertanian, alih fungsi lahan pertanian, serta menurunnya kontribusi
sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.
“Pertanian merupakan tulang
punggung ekonomi masyarakat Bangkalan. Karena itu kita harus memastikan sektor
ini kembali tumbuh dengan strategi yang jelas, terarah, dan berkelanjutan,”
ujar Lukman Hakim.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan
menargetkan pertumbuhan sektor pertanian hingga mencapai delapan persen melalui
berbagai program penguatan produksi serta pembangunan ekosistem pertanian yang
lebih kuat.
Sejumlah langkah strategis yang
dilakukan antara lain optimalisasi lahan pertanian melalui program Brigade
Pangan, peningkatan indeks pertanaman hingga mencapai IP 300, serta peningkatan
produktivitas padi hingga delapan ton per hektare.
Selain itu, pemerintah daerah juga
berupaya menjaga kesejahteraan petani dengan mendorong stabilisasi harga gabah
kering panen (GKP) dan jagung, terutama saat memasuki masa panen.
Pada sektor hortikultura, Pemkab
Bangkalan mendorong pengembangan konsep pertanian perkotaan atau urban farming
serta penerapan pertanian presisi berbasis teknologi yang didukung oleh sistem
penyuluhan yang terintegrasi.
Sementara di sektor perkebunan,
Bangkalan diarahkan menjadi pusat pengembangan sejumlah komoditas unggulan
seperti tembakau, jambu mente, kelapa, dan tebu. Komoditas tersebut dinilai
memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi daerah sekaligus
memperkuat posisi Bangkalan di wilayah Madura.
Penguatan sektor pertanian juga
diiringi dengan pengembangan subsektor peternakan dan perikanan. Program
pengembangan Sapi Madura, bebek pedaging, serta ayam petelur terus didorong
untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan para
peternak.
Di sektor perikanan, pemerintah
daerah menjalankan beberapa program seperti Kampung Nelayan Merah Putih,
budidaya lele mandiri, serta produksi pakan ikan secara mandiri untuk
memperkuat sektor perikanan lokal.
Lukman Hakim menegaskan bahwa
kebijakan yang dijalankan Pemkab Bangkalan tidak hanya berorientasi pada
peningkatan produksi, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang kuat dan
berkelanjutan.
Langkah tersebut diwujudkan
melalui berbagai program, antara lain perlindungan bagi petani dan nelayan,
penyediaan beasiswa di bidang pertanian bagi generasi muda, serta kebijakan
perlindungan lahan pertanian agar tidak mudah beralih fungsi.
“Tujuan utama kita adalah
memastikan perekonomian daerah tetap bergerak serta melahirkan sumber daya
manusia di sektor pertanian yang unggul,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa
sejumlah program yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif. Dalam kurun
waktu sekitar 13 bulan terakhir, Bangkalan berhasil mencatat surplus beras.
Selain itu, sektor pertanian juga
mencatat pertumbuhan sebesar 5,15 persen dengan kontribusi terhadap
perekonomian daerah mencapai 21,21 persen.
Menurut Lukman Hakim, capaian
tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar
sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah
daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan
pertanian Bangkalan yang maju, modern, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rd)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


